Robben Ogah Tutup Kans Akhiri Waktu Pensiun

Robben Ogah Tutup Kans Akhiri Waktu Pensiun

Arjen Robben tak menutup kemungkinan untuk menghentikan waktu retired dan balik lagi melakoni karier menjadi pesepak bola. Tapi, untuk sekarang dia tak terlampau menilai sungguh peluang ini.

Arjen Robben sudah mengambil keputusan untuk gantung sepatu menjadi bintang profesional pada usia 35 tahun. Dia pensiun Juli silam setelah melakoni karier sepanjang 19 tahun.

Mantan bintang jebolan akademi Groningen ini mengakhiri, karier bareng Bayern Munich. Tim yang dibelanya sepanjang sepuluh kompetisi musim.

Di dalam karier, Robben jua pernah berjersey PSV Eindhoven, Chelsea, dan Real Madrid. Dia jua berhasil menjuarai piala saat berkarier di Jerman, Belanda, Inggris, dan Spanyol.

Walau telah gantung sepatu, Robben masih tak menutup kans untuk balik lagi berlaga. Apalagi jika semangatnya untuk balik lagi merumput bisa dibuktikan terlampau raksasa untuk ditolak.

“Saya tak sekalipun menyatakan tak mungkin. Mungkin di dalam 1 ataupun 2 bulan aku bakal berpikir terdapat sesuatu yang aneh. Perasaan jika aku sangat merindukan setiap hal mengenai sepakbola dan bakal mengambil keputusan untuk balik lagi, ” tutur Arjen Robben sebagaimana dilansir Football5star. com dari Goal.

“Namun, ini tentu tak simpel makin lama Kamu gantung sepatu. Aku jua tak terlampau merasa sungguh-sungguh kesempatan itu, ” katanya.

Gabriel Jesus Tidak Soal Menjadi Ban Serep Aguero di City

Gabriel Jesus Tidak Soal Menjadi Ban Serep Aguero di City

Ujung tombak Manchester City, Gabriel Jesus, menyatakan ia dan Sergio Aguero tidak akan pergi dari The Citizens kompetisi musim berikutnya. Dia jua berpikir persaingannya dengan striker Argentina ini amat bagus.

Gabriel Jesus menjelaskan, tidak terdapat alasan buatnya untuk meninggalkan Etihad Stadium. Walau ia terus jadi pelapis Aguero, dia merasa lumayan senang dengan kehidupannya sekarang.

Dia jua berpikir laporan yang menyatakan Aguero akan hengkang di jendela transfer musim panas 2019 tak benar. Sebab dia melihat Aguero terus bahagia dengan kariernya bareng City. Dia malahan mengatakan Aguero telah jadi legenda The Citizens.

“Aku kira Aguero dan saya takkan hengkang. Aguero merupakan legenda di tim. Ia merupakan pencetak goal paling banyak sepanjang masa. Tentu, menjadi pesepakbola saya terus mau berlaga, namun saya bahagia menolong dan saya menghormati Sergio, ” tutur Jesus di Soccerway.

Gabriel Jesus menyelesaikan musim kemarin dengan menyarangkan 2 goal pada laga pamungkas Piala FA (City unggul 6-0 vs Watford). Catatan ini menambah koleksinya menjadi 21 goal di seluruh turnamen plus lesakkan 6 assist.

“Itu merupakan laga pamungkas yang amat vital, laga terakhir musim kemarin dan saya girang dapat menyarangkan goal di dalam laga yang sangat vital, ” Jesus melanjutkan.

Bonus Besar Menunggu Bintang Tottenham Hotspur Apabila Jawara Liga Champions

Bonus Besar Menunggu Bintang Tottenham Hotspur Apabila Jawara Liga Champions

Bonus besar menunggu Son Heung-min dan kawan-kawan apabila bisa membawa Tottenham Hotspur jawara Liga Champions kompetisi musim ini. Uang senilai lima juta pounds telah disiapkan manajemen Spurs.

Duit sepadan dengan Rp 91 juta ini akan masuk ke kantong pribadi bintang Tottenham Hotspur apabila bisa cetak sejarah, jawara Liga Champions.

Sekarang, bintang-bintang Spurs sebagaimana dilansir football5star. com dari dailymail, sudah mengantongi bonus senilai dua juta pounds sebab bisa tembus fase semi-final Liga Champions.

Malahan menurut laporan manajemen Spurs menyiapkan biaya lebih tinggi untuk bintang dengan kontribusi terbaik. Bonus lebih tinggi bakal diterima bintang itu dengan menyaksikan catatan goal dan asisst.

Selama ini Harry Kane, Son Heung-min, dan Cristian Eriksen menjadi bintang dengan kontribusi sangat tinggi di Liga Champios. Kane menjadi top score sementara dengan lima goal, disusul bintang Korsel empat goal, dan Eriksen bukukan empat assist.

Sepanjang sejarahnya berdiri Spurs, pencapaian melaju menuju semi-final Liga Champions memang baru kompetisi musim ini mereka rasakan.

Terbaru, pencapaian paling tinggi tim pimpinan Daniel Levy di turnamen Eropa adalah jawara Liga Europa pada musim 1983/1984. Kala itu pada laga pamungkas, Spurs bisa menghajar tim Belgia, R. S. C. Anderlecht dengan score 2-1.

Sementara untuk pencapaian Spurs di arena Liga Champions tertinggi cuma berlaga di fase perempat-final di kompetisi musim 2006/2007 dan 2010/2011.

Di 2006/2007, langkah mereka menuju semi-final dipatahkan oleh Sevilla dengan jumlah agregat 3-4. Sementara di 2010/2011, Real Madrid yang hentikan laju Spurs dengan agregat 5-0.

De Ligt: Belanda Tumbang Lantaran Tidak Bisa Jaga Fokus

De Ligt: Belanda Tumbang Lantaran Tidak Bisa Jaga Fokus

Matthijs de Ligt, pemain bertahan tim nasional Belanda, amat frustrasi dengan kekalahan yang dialami kala melawan tim nasional Jerman, Senin (25/3/2019) dini hari WIB. Menurut dirinya, hasil negatif ini memang dapat dihindari jika pasukan Ronald Koeman bisa mempertahankan fokus.

Matthijs de Ligt mengatakan, kala mulai mengakusisi pertandingan di paruh ke 2, tim nasional Belanda menjadi terlena. Inilah yang selanjutnya mengakibatkan tim nasional Jerman bisa menyerobot goal yang menghantarkan tim menang di detik-detik penghujung perpanjangan waktu.

“Kami memutuskan agar senantiasa memberikan tekanan. Hal tersebut berlangsung amat bagus di paruh ke 2. Tapi, harusnya kami senantiasa memusatkan perhatian selama paruh ke 2, ” tutur Matthijs de Ligt setelah laga sebagaimana dilansir Football5Star. com dari Nederlandse Omroep Stichting.

Ini bukanlah satu-satunya hal yang disesali pemain bertahan Ajax Amsterdam itu. Di paruh pertama, ia memberikan kontribusi besar pada goal awal tim nasional Jerman yang dicetak Leroy Sane.

Saat Leroy Sane mendapat bola dari Nico Schulz, Matthijs de Ligt berupaya menutup ruang. Tapi, sialnya, ia justru terjatuh. Sejurus berselang, sang pemain sayap musuh melepas bola menuju gawang tanpa bisa ditepis Jasper Cillessen, penjaga gawang tim nasional Belanda.

Soal kejadian yang agak memalukan ini, Matthijs de Ligt menolak berdalih. “Memang sial, lapangan agak licin, ” tutur dirinya. “Tapi, Sane jua menendang bola dengan amat bagus. Ini memang kemampuannya. ”

Pengorbanan di Balik Goal Egy Maulana Vikri

Egy Maulana Vikri berhasil menyarangkan goal buat timnas U-19 di dalam laga Piala Asia U-19 2018 melawan Taiwan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (18/10/2018).

Egy Maulana Vikri mencegak goal saat laga sudah berjalan hingga menit ke-49. Goal Berawal melalui tusukan Witan Sulaeman lewat lini sebelah kiri barisan defensif musuh.

Witan lantas mengirim bola menuju di dalam jantung pertahanan.

Seorang pemain Taiwan berupaya mementahkan bola namun tidak berhasil. Si kulit bulat malah mendarat pada kaki Egy.

Dengan memanfaatkan kaki sebelah kanan, Egy mencetak bola menuju sisi sebelah kanan gawang Taiwan yang tidak bisa dijangkau oleh penjaga gawang Li Guan-Pei.

Di balik goal itu, Egy melakukan pengorbanan besar di partai itu.

Berlaga menjadi starter bersama formasi 4-2-3-1, Egy bermain di belakang Muhammad Rafli sebagai striker.

Performa Egy sempat tak berkembang di fase perdana. Bintang Lechia Gdansk itu nampak terisolasi oleh rival.

Sampai-sampai beberapa kali, bintang dari Medan itu terjatuh karena terjangan lawan atau blunder sendiri.

BolaSport mencatat, Egy nampak jatuh sebanyak lima kali di fase perdana. Satu dari sekian banyak momen jatuhnya Egy saat laga sudah berjalan hingga menit ke-32.

Kala itu, ia mendapat bola di jantung pertahanan. Sayang, Egy tak sempurna menguasai bola sampai endingnya terjatuh. Si kulit bulat juga bisa diamankan penjaga gawang rival.

Saat ini, score sementara 2-1 buat Indonesia. Goal balasan Taiwan dikreasi oleh Wang Chung-Yu yang mampu memanfaatkan blunder jantung pertahanan Indonesia.

Sedangkan tim nasional U-19 Indonesia menambah 1 goal via Witan Sulaiman pada menit ke-71.

Bima Sakti Tambah Pemain Baru untuk Perkuat Pertahanan Timnas

Timnas Indonesia bakal melawan Hongkong di dalam laga persahabatan Internasional pada Stadion Wibawa Mukti, Cikarang di Selasa (16/10).

Jelang pertandingan itu, juru tak-tik tim nasional Indonesia, Bima Sakti, menyatakan bakal menambah 1 bintang baru menuju teamnya. Bintang yang sudah dipanggil dengan Bima Sakti merupakan pemain bertahan sebelah kiri PS Tira, Abduh Lestaluhu.

“Kami memilih Abduh Lestaluhu guna menambah kedalaman rombongan saya menjelang melawan Hongkong. Ia (Abduh) bintang yang mencakup satu dari sekian banyak bintang yang tersedia di dalam 50 lis bintang yang rombongan saya daftarkan menuju AFF, ” katanya diberitakan BolaSport. com melalui situs web PSSI.

Abduh Lestaluhu rencanannya bakal gabung pelatihan bareng Alberto Goncalves cs di Sabtu (13/10). Gabungnya pemain bertahan berumur 24 tahun itu menjadikan tim Garuda sekarang berisikan 23 bintang.

Di dalam persahabatan pada awalnya, Indonesia berhasil unggul vs Myanmar bersama kedudukan 3-0 pada Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Rabu (10/10).

Persahabatan itu sesungguhnya dirancang guna bersiap melawan gelaran kompetisi Piala AFF 2018 di delapan November hingga 19 Desember nanti.